Gunung Sempu
Thank You for Comments Pictures

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label POSTING TERBARU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POSTING TERBARU. Tampilkan semua postingan

:: Mencari Sinyal Keikhlasan di Medan Dakwah dan Fenomenanya ::

Written By Unknown on Rabu, 31 Oktober 2012 | 20.29

Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin rohimahulloh berkata dalam Al Qoul Al Mufid 'ala Kitab At Tauhid (hal. 81):

"Demikian juga termasuk hal penting adalah tidaklah seseorang itu bergembira atas perkataannya (ceramahnya dan selainnya) yang direspon orang-orang karena (ia merasa bahwa yang ditermia itu adalah) ucapannya. Akan tetapi ia (boleh) bergembira terhadap orang-orang yang merespon positif ucapannya jika ia melihatnya kebenaran karena memang kebenaran (haq), bukan karena itu ucapannya.


Hisab (Penghitungan Amal)

Written By Unknown on Rabu, 17 Oktober 2012 | 06.22



Hisab secara bahasa: hitungan/ menghitung/ penghitungan
sedangkan secara istilah Allah memperlihatkan kepada hamba hambaNYA atas amal mereka. dan ini telah jelaskan dalam Al Quran dan sunnah dan ijema' (disepakati) oleh kaum muslimin. Allah subhanahu wa ta;la berfirman:
إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ* ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
 (Sesunggunya kepada Kami lah mereka akan kembali, kemudian kepada Kamilah amal amal mereka akan dihisab) (Al ghosyiyah 25 26)
كان النبي صلى الله عليه وسلم يقول في بعض صلاته: "اللهم حاسبني حساباً يسيراً". فقالت عائشة: ما الحساب اليسير؟ قال: "أن ينظر في كتابه فيتجاوز عنه" رواه أحمد

Mulai Kaki Kanan Ketika Masuk ke Masjid

Written By Unknown on Senin, 15 Oktober 2012 | 08.02



Sheikh ‘Abdullah Bin Soleh Al-Fauzan
(anak kepada Syaikh Soleh Fauzan al-Fauzan)
Terjemahan: Pencinta Sunnah

تقديم اليمنى عند الدخول

“Memulai kaki kanan ketika masuk ke dalam Masjid”

أعلم أن لدخول المسجد صفة خاصة، وهي تقديم الرجل اليمنى؛ لأن اليمين أعدت لكل ما هو من باب التكريم، واليسار لما هو بضد ذلك، وهذه الصفة يخل بها كثيرون جهلاً أو عجلة، مع أنه ثبت فيها نصوص عامة ونصوص خاصة.

Siapa Bilang Pacaran Harom ????

Written By Unknown on Rabu, 10 Oktober 2012 | 20.48



Bismillahirrohmanirohim.....
Pacaran memang sudah membudaya di negeri kita dan di zzaman ini, sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa orang yang tidak punya pacar seperti orang yang asing, tapi itulah islam yang akan menjadi asing pada akhirzaman ini. Namun bagaimana pandangan islam terhadapa pacaran??? . Disini saya akan menjelaskan tentang hukum pacaran dalam pandangan islam, karna beberapa hari kemaren saya dikagetkan dengan seorang yang menjalani study di ma’had bertanya kepada saya tentang hukum pacaran dalam islam.
Dalam pandangan islam pacaran adalah sebuah perbuatan yang di haromkan karna akan menjerumuskan seseorang pada perzinaan, sebagaimana firman Allah azza wa jalla:  

Fatwa Seputar Film yang Menghina Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Written By Unknown on Senin, 08 Oktober 2012 | 09.31


Oleh : Syaikh Shalih Al Fauzan hafidhahullah (Ulama besar Arab Saudi)

Catatan : Fatwa tersebut termasuk dalam rangkaian tanya jawab pada kajian Shifatush Shalat dari kitab ‘Umdatul Fiqh oleh Syaikh Al Fauzan hafidhahullah ba’da Maghrib di Masjid Jami’ Mut’ib bin Abdul Aziz, Malaz, Riyadh, Arab Saudi pada hari Sabtu, 28 Syawal 1433 H (15 September 2012).

Pertanyaan :
Fadhilatusy Syaikh, semoga Allah memberi taufiq kepada Anda. Pertanyaan yang masuk banyak sekali. Di antaranya ada yang bertanya tentang bimbingan Anda bagi para penuntut ilmu dan juga selain mereka tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini berkaitan dengan film yang menghina Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa bimbingan Anda dalam hal ini?

Beberapa Amalan Sunnah di Hari Raya Iedul Adha




Mandi
عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى
“Dari Malik dari Nafi’, ia berkata bahwa Abdullah bin Umar dahulu mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke mushalla (lapangan).” (Shahih, HR. Malik dalam Al-Muwaththa` dan Al-Imam Asy-Syafi’i dari jalannya dalam Al-Umm)

.:: Hukum Menyingkat Sholawat dengan SAW ::.

Written By Unknown on Minggu, 07 Oktober 2012 | 19.24


Dalam kitab Manhaj Dzawin Nazhor syarh Alfiyatil Atsar lil Imam As Suyuthi karya Syaikh Muhammad Mahfuzh bin 'Abdulloh At Tirmisi disebutkan sebagai berikut:

"[Dan janganlah kamu] waha penulis, [menulisnya dengan rumus (singakat)] yaitu yang disebut di atas (pujian kepada Alloh, sholawat kepada Nabi, dan doa kepada ulama). Terlebih lagi (pujia

n kepada Alloh dan) sholawat & salam, maka yang demikian itu makruh menyingkatnya dengan rumus dalam tulisan dengan satu atau dua huruf. Seperti orang yang menulisnya dengan "shol'am" (dalam versi Indonesia biasa ditulis SAW), akan tetapi (harus) ditulis dengan selengkapnya.

Konon ada yang mengatakan, bahwasannya orang yang pertama kali merumuskannya dengan "shol'am" (SAW), dipotong tangannya."*

Lihatlah saudaraku -semoga Alloh mengampuni saya dan Anda- pernyataan terakhir ini, yaitu hukuman bagi pelaku tindakan menyingkat pujian kepada Alloh seperti Subhanahu wa Ta'ala dengan SWT & sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad dengan SAW.

Sungguh, orang yang suka menyingkat-nyingkat ungkapan ini menunjukkan kadar cintanya yang lemah -kalau tidak mau dikatakan tidak ada- kepada Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, meski ia mendakwakan cinta. Dakwaan mereka ini ia bantah sendiri dengan perbuataannya ini.

Perlu diketahui bahwa tidak akan pernah rugi orang yang selalu bersholawat kepada Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, bahkan orang tersebut akan memperoleh pahala & ganjaran yang banyak.

Dalam sebuah kesempatan, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang bersholawat kepadaku dalam buku, Malaikat akan memintakan ampun untuknya selama namaku masih ada dalam buku itu."

Tentang hadits ini, Imam As Suyuthi berkata, "Meski hadits ini dha'if, namun ia patut disebutkan dalam makna (mas-alah) ini, dan tidak usah digubris Ibnul Jauzi yang memasukkannya dalam Al Maudhu'at. Sesungguhnya ia mempunyai thuruq (jalan-jalan hadits) yang menyelamatkannya dari kemaudhu'an dan menuntut secara globa ia memiliki asal."*

Rosululloh juga bersabda, "Perbanyaklah kalian bersholawat kepadaku. Karena Alloh menugaskan malaikat di sisi kuburku, apabila seorang dari umatku bersholawat kepadaku, Maka malaikat itu berkata kepadaku, 'Wahai Muhammad, sesungguhnya saat ini fulan bin fulan bersholawat kepadamu." [Riwayat Ad Dailami. Dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah (IV/44)]

Jadi, buktikan bahwa ketika Anda mengatakan, "Aku cinta Nabi," dengan sikap & perilakumu, dalam hal ini menulis sholawat secara lengkap dan tidak disingkat-singkat!
_____________
* Manhaj Dzawin Nazhor syarh Manzhumah 'Ilmil Atsar (hal. 179), karya Syaikh Muhammad Mahfuzh bin 'Abdillah bin 'Abdul Mannan At Tirmisi. Cet. th. 1424H/2003 M. Darul Kutub Al 'Ilmiyyah Beirut.

Ket.:
[]= perkataan Imam As Suyuthi
()= tambahan yang sesuai dari saya
Firman Hidayat, 07 Oktober 2012, Gunung Sempu

Mungkinkah Kita Melihat Wajah Allah di Surga...???

Written By Unknown on Jumat, 05 Oktober 2012 | 05.01




[الدليل على أن المؤمنين يرون ربهم تبارك وتعالى في الدار الآخرة]

س: ما الدليل على أن المؤمنين يرون ربهم تبارك وتعالى في الدار الآخرة؟
جـ: قال الله تعالى: {وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ - إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ} [القيامة: 22 - 23] وقال تعالى: {لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ} [يونس: 26] وقال تعالى في الكفار: {كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ} [المطففين: 15] فإذا حجب أعداءه لم يحجب أولياءه، وفي الصحيحين عن جرير بن عبد الله رضي الله عنه قال: «كنا جلوسا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فنظر إلى القمر ليلة أربع عشرة فقال: " إنكم سترون ربكم عيانا كما ترون هذا، لا تضامون في رؤيته، فإن استطعتم أن لا تغلبوا على صلاة قبل طلوع الشمس وصلاة قبل غروبها فافعلوا» (1) وقوله: كما ترون هذا، أي كرؤيتكم هذا القمر، تشبيه للرؤية بالرؤية لا

Pengertian Iman










معنى الإيمان بالله عز وجل ] ]

س: ما معنى الإيمان بالله عز وجل؟
جـ: هو التصديق الجازم من صميم القلب بوجود ذاته تعالى الذي لم يسبق بضد ولم يعقب به، هو الأول فليس قبله شيء، والآخر فليس بعده شيء، والظاهر فليس فوقه شيء، والباطن فليس دونه شيء، حي قيوم، أحد صمد {لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ - وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ} [الإخلاص: 3 - 4] وتوحيده بإلهيته وربوبيته وأسمائه وصفاته.
 

Sunnah Menyebut Nama Asli Sebagai Identitas Diri

Written By Unknown on Rabu, 03 Oktober 2012 | 23.57




Beberapa faedah dari pelajaran ust Aris Munandar -hafidhzohullah- saat menjelaskan hadits2 dalam kitab Riyadussholihin'' karya Imam Nawawi -rahimahullah- tadi ba'da dhuhur di pendopo ma'had Hamalatul Quran Jogjakarta

hadits no. 880,
Dari Abu Dzar -rdhiyallahuanh- dia berkata : " Aku keluar pada suatu malam , ternyata ada Rasulullah berjalan seorg diri, maka aku sengaja berjalan di bawah bulan, l
alu beliau menoleh dan melihatku , maka beliau bertanya : " Siapa i..?" Aku menjawab : " Abu Dzar. " (HR. Bukhori&Muslim)

Sebuah Asas Kebangkitan Islam

 
Asas kebangkitan ummat adalah kembali kepada agama yang benar yang telah di ajarkan oleh Rosulullah yaitu kembali kepda Al quran dan sunnah, berpegang teguh kepda keduanya dan mengikuti jalan para sahabat dan menghindari perpecaha. Karna jalan kebenaran menuju kejayaan ummat hanyalah satu sebagaimana yang telah difirmankan Allah subhanahu wa ta’ala:
وأن هذا صراطي مستقيماً فاتبعوه ولا تتبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله ذلكم وصّاكم به لعلكم تتقون
Artinya: "Dan sesungguhnya (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus,
maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalanjalan (yang lain) karena
jalanjalan itu menceraiberaikan kamu dari jalanNya". (AlAn'am : 153).
Dan sungguh Rasulullah shollallhu alaihi wasallam, telah
menjelaskan makna ayat ini kepada para shahabatnya. Beliau pada suatu hari
menggambarkan kepada para shahabat sebuah garis lurus di atas tanah,
disusul dengan menggambar garisgaris pendek yang banyak di sisisisi garis
lurus tadi. Kemudian beliau sholallhu alai wasalam membacakan ayat di atas ketika menudingkan jari tangannya yang mulia ke atas garis yang lurus
dan kemudian menunjuk garisgaris yang terdapat pada sisisisinya, beliau
bersabda:
"Ini adalah jalan Allah, sedangkan jalanjalan ini, pada setiap muara jalanjalan
tersebut ada syaithan yang menyeru kepadanya". (Shahih sebagaimana
terdapat di dalam "Zhilalul Jannah fi takhrij AsSunnah : 1617).
Hadits di atas dengan tegas menjelaskan bahwa jalan menuju kejayaan hanyalah satu, meskipun dewasa ini banyak kelompok kelompok yang menawarkan berbagai solusi, namun solusi siapakan yang lebih baik daripada solusi Allah dan RosulNya?.
Dihadit yang lain juga dijelaskan bahwa kehinaan ummat islam dikarnakan mereka jauh dari Al quran dan sunnah sebagaimana yang di sabdakan Rosulullah:
"Apabila kamu melakukan jual beli dengan sistem 'iinah (seseorang menjual
sesuatu kepada orang lain dengan pembayaran di belakang, tetapi sebelum si
pembeli membayarnya si penjual telah membelinya kembali dengan harga
murah red), menjadikan dirimu berada di belakang ekor sapi, ridha dengan
cocok tanam dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menjadikan kamu
dikuasai oleh kehinaan, Allah tidak akan mencabut kehinaan itu dari dirimu
sebelum kamu rujuk (kembali) kepada dien kamu". (Hadist Shahih riwayat Abu
Dawud). Dalil ini sangat tegas menyatakan bahwa kehinaan ummat ini dikarnakan mereka jauh dengan agama dan rela dengan dunia. Dan Allah akan mencabut kehinaan itu sehingga mereka kembali kepda agamanya. Oleh karna itu Imam Malik mengatakan:
"Tidaklah menjadi baik akhir umat ini, melainkan dengan apa yang telah memperbaiki dengannya generasi pertama umat ini. Maka setiap apa yang pada hari itu (zaman shahabat) tidak dikatakan sebagai agama, maka tidak pula hari ini (zaman sekarang) dikatakan sebagai agama.”

Allah akan menjajikan khilafah ketika ummat islam kembali kepda ajaran yang benar yaitu mengesakan Allah subhanahu wata’ala sebagaimana fiman Allah dalam surat an nuur:

وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya:“Dan Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh bahwa Allah sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi (baca: mewujudkan khilafah) sebagaimana Allah telah memberikan kekuasaan kepada orang-orang sebelum kalian. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Dia ridhoi untuk mereka (Islam), dan Dia sungguh akan mengganti keadaan mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman. Mereka beribadah kepadaKu dan tidak menyekutukanKu dengan sesuatu apappun.” (QS. An Nur: 55).
Dalam tafsir Al Jalain dijelaskan bahwa Allah telah mewujudkan janjiNya kepada kaum muslimin (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat) dan Allah memuji mereka dengan firmanNya di akhir ayat di atas: “Mereka beribadah kepadaKu dan tidak menyekutukanKu dengan sesuatu apapun.” Maka ayat ini berstatus sebagai alasan kenapa Allah memberikan kekuasaan kepada mereka (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat). Ini adalah sebuah penyataan yang kita pegang bahwa tidak akan bangkit ummat ini kecuali dengan kembali kepada agama yang murni. Karna pada dasarnya para Nabi dan Rosul di utus untuk mengesakan Allah, Allah berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُوْلٍ إِلاَّ نُوْحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُوْنِ
Artinya:  “Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwa tidak ada sesembahan (yang hak) melainkan Aku. Maka sembahlah Aku!” (QS. Al Anbiya’: 25). Allah juga berfirman:
Inilah satu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Agar kamu tidak menyembah selain Allah…” (QS. Hud: 1-2).
Oleh karna itu kesimpulanya adalah ketika kita kembali kepda ajaran agama yang benar maka Allah akan menghadiyah kan kepada ummat islam sebuah kemulian.
Allah berfirman yang artinya:
“Andaikan Allah menghendaki Allah akan menolong kalian dari (kejahatan) mereka (orang kafir). Namun Allah menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain..” (QS. Muhammad: 4).
Maka wajib kita awali dengan meluruskan aqidah dan mendidik generasi dengan aqidah yang benar. Generasi yang akan diuji kemudian mereka mampu bersabar atas ujian, sebagaimana bersabarnya generasi yang pertama.” (Dikutip dari kitab: Minhaj Al Firqoh An Najiyah karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu).

Khandar, Juni 2012, Jakarta

.:: Kisah Seorang Istri yang Minta Dicerai Suaminya Karena Cemburu dengan Buku ::.




Bismillahirrohmanirrihim

Kami mendengar guru kami, Al Ustadz Aris Munandar hafizhohulloh wa ro'ah, bercerita dalam sebuah kajian (Rabu, 17 Dzul Qo'dah 1433 H) kitab Al Qaulul Mufid 'ala Kitabit Tauhid karya Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahulloh ketika membahas mas-alah mahabbah (cinta) menurut Ahlussunnah yang mengat
akan bahwa perasaan cinta itu tidak diharuskan kepada sesama jenis.

Alkisah, salah seorang ulama staf pengajar di Islamic University of Madinah yang bernama Syaikh Prof. 'Abdul 'Aziz Al Ahmadi adalah ulama yang sangat gandrung dengan buku-buku (kutu buku). Setiap harinya

Beginilah Engkau Berdo'a

Written By Unknown on Selasa, 02 Oktober 2012 | 15.39


إذا جلست بين يدي الله, اتعمل أخلاق الأطفال
,
 فالطفل إذا طلب شيئا و لم يعطه بكى حتى يأخذه



" Jika engkau duduk ( berdoa) dihadapan Allah 'azzawajalla, maka berakhlaqlah sebagaimana akhlaq seorang anak kecil..
Coba lihatlah.. anak kecil itu jika meminta sesuatu, kemudian belum diberi, maka ia akan menangis.. sampai ia mendapatkan, apa yg ia pinta "
#Subhanallaah... dia merengek, penuh harap dan yakin bahwa apa yg dia pinta pasti terkabul..

MENGAPA KITA HARUS YAKIN SAAT BERDOA ?
,,,
Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin ‘Amr,

Gejala Aneh yg Menyerang Kebanyakan Manusia


Bagaimana waktu terus bergulir, usia terus berjalan, sedangkan hati tertutup (dari mengenal Allah ), tidak mencium sedikit pun baunya (tidak terbetik sedikit pun dalam hatinya ,untuk mengenal Tuhan nya) .


Dan dia keluar dari dunia sebagaimana dia masuk ke dalamnya.. tidak merasakan kehidupan yang sejahtera. Bahkan hidupnya di dunia  seperti kehidupan binatang ternak ( hanya makan, minum dan syahwat, tidak lebih dari pada itu ) kemudian dia berpindah ke alam kerugian.
Hidupnya di dunia merana, dalam kematiannya ia tersiksa, dan hari akhiratnya dia sengsara. ." (Al-Jawab Al-Kafi, Ibnul Qoyyim hlm.132-133)

.:: Juhud [Usaha] Syaikh Nuruddin Ar Raniri (Wafat 1068 H) dalam Memberantas Faham Wihdatul Wudjud di Bumi Nusantara ::.

Written By Unknown on Senin, 01 Oktober 2012 | 19.09




A. Muqaddimah
Memang tidak disangkal lagi bahwa pengaruh ajaran Hindu-Budha, agama yang memang sudah lama mengakar kuat di Nusantara sebelum datangnya Islam, masih terasa begitu kuat sehingga meski banyak orang mengaku sebagai muslim tapi keyakinan Hindu-Budhanya masih belum semuanya ditinggalkan, termasuk faham rengkarnasi. Maka tak heran jika ajaran tasawwuf ekstrime macam wihdatul

.:: Syaikh Muhammad Baqir bin Muh. Nur Al Jugjawi Al Jawi Asy Syafi'i ::.




Di antara sederet ulama Jawah yang mempunyai halaqah ilmu di Masjid Al Haram adalah Al 'Allamah Syaikh Muhammad Baqir bin Muhammad Nur bin Fadhil bin Ibrahim bin Ahmad Al Jugjawi Al Jawi Al Indunisi Asy Syafi'i kemudian Al Makki rahimahullah. Dilahirkan di kota gudeg, Yogyakarta, pada tahun 1305 H.

Di usianya yang masih tergolong sangat muda, Baqir Al Jugjawi sudah berani melawat ke Makkah dalam rangka

Kisah Umar bin Abdul Aziz dan putri kecilnya


يحكى ان ابنة عمر بن عبد العزيز - وكانت طفلة صغيرة - دخلت عليه تبكي ..وكان يوم عيد المسلمين فسألها: ما يبكيك؟ قالت كل الأطفال يرتدون ثيابا جديدة و أنا ابنة امير المؤمنين ارتدي ثوبا قديما !!!
..فتأثر عمر لبكائها وراح الى خازن بيت المال و قال له اتسمح لي ان اصرف راتبي عن الشهر القادم؟
فقال الخازن : ولمَ ؟!
فحكى له عمر بن عبد العزيز الموقف .
فقال الخازن : لا مانع يا امير الؤمنين لكن بشرط !!
فقال عمر


: وما الشرط ؟!
قال الخازن : ان تضمن لي ان تبقى حيا حتى الشهر القادم لتعمل بالأجر المصروف سابقا ..!
فتركه عمر وعاد إلى بيته فسأله أبناؤه ما فعلت يا أبانا ؟!
فقال : أتصبرون وندخل جميعا الجنة . . أم لاتصبرون ويدخل أباكم النار؟
فقالوا : نصبر يا أبانا.....

Telah diceritakan bahwa anak perempuan Umar bin Abdul Aziz yang masih kecil masuk rumah dan menangis,, dan ketika itu hari 'ied kaum muslimin maka Umar bertanya kepadanya: "Apa yang membuatmu menangis...????????

Berkata anak perempuan Umar tersebut: "semua anak anak memakai pakaian baru, sedangkan aku anak amirul mukminin memakai pakaian lama !!!!!
maka Umar ingin membuat anaknya diam dai tangisanya dan pergi ke bendahara baitul mal dan berkata kepadanya: "bolahkah aku mengambil gajiku bulan depan...?????
dan berkata bendahara tersebut: untuk apa????
maka Umar menceritakan kepadanya tentang masalahnya
dan berkata bendahara tersebut: "Tidak mengapa wahai Amirul mikminin akan tetapi dengan syarat
berkata Umar: apa syaratnya?
berkata bendahara: bisakah engkau menjamin kepadaku bahwa ekau akan hidup sampai bulan depan untuk bekerja terhadap gaimu yang telah engkau ambil??
maka Umar meninggalkan dan kembali kerumahnya dan ditanya oleh anak anaknya apa yang engkau lakukan wahai ayah kami??
berkata Umar: kalian memilih bersabar dan kita memasuki surga bersama sama ... atau kalian tidak bersabar dan ayahkalian akan masuk neraka.......................???
mereka berkata kami bersabar wahai ayah kami


Khandar, 27 september 2012, jakarta

Beberapa Faedah dari Sebuah hadits






Dari umar bin Abu salamah semoga Allah meridhinya, ia berkata: “Waktu kecil aku di asuh oleh Rosulullah sholallau alai wasallam. Dan pernah mengulurkan tanganuntuk mengambil makanan yang terdekat di piring, kemudian belau bersabda kepada saya: “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah ta’ala kemudian seta makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari makanan yang dekat denganmu (HR. Bukhori dan Muslim)


.:: Juhud [Usaha] Syaikh Muhammad Al Banjari (1122- 1227 H) dalam Memberantas 'Aqidah Sesat & Wihdatul Wujud ::.



 
A. Muqaddimah

Di antara sekian banyak faham sesat yang menjangkit di Nusantara adalah faham shufi ekstrim macam wihdatul wujud atau manunggaling kawulo gusti. Memang faham ini sekali-kali tidak pernah diajarkan oleh Islam, akan tetapi ia berasal dari ajaran Hindu-Budha atau filsafat Yunani yang kemudian 'dibajak' ke dalam Islam. Karena sesatnya yang begitu jauh, sehingga faham ini pu banyak membuat resah ditengah masyarakat termasuk yang terjadi di Kasultanan Banjar abad ke-12 H sehingga membuat sulthan merasa harus bertindak tegas menghadapi kenyataan semacam ini. Ketegasan sulthan dibuktikan

Kisah Syaikh Muhammad 'Abduh bersama Orang Nasrani yang Menguji Kebenaran Al Quran






Sejenak kita dengarkan Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahulloh berkisah,

"Aku pernah diberi tahu atau pernah aku membaca dalam biografi Syaikh Muhammad 'Abduh Al Mishri yang masyhur itu disebutkan bahwa seuatu saat beliau berada di Paris. Dan adalah restaurant yang berada di sana itu (pengunjungnya) menjadi satu antara orang-orang Islam, Nasrani, Yahudi, dan setiap orang, karena memang negeri kafir. Seketika datanglah seorang Nasrani seraya berkata, "Wahai Syaikh, sesungguhnya di dalam kitab suci kalian terdapat ayat

 
Support : Creating Website | |
Copyright © 2011. gunung sempu - All Rights Reserved
Template Created by Published by Khandar
Proudly powered by Blogger