Gunung Sempu
Thank You for Comments Pictures

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label NASEHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASEHAT. Tampilkan semua postingan

Laksana Bunga yang Akan Layu

Written By Unknown on Jumat, 16 November 2012 | 05.16



Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan dunia dengan ungkapan زَهْرَةُ di dalam Al Quran. Allah Ta’ala berfirman (QS Thoha: 131):
وَ لَا تَمُوْدَنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ
Dan janganlah kamu tunjukan pandangan kedua matamukepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga (زَهْرَةُ ) kehidupan dunia agar Kami menguji mereka dengan (kesenangan) itu.”
Hal itu diibaratkan sebagai bunga yang kelak akan menjadi buah. Bunga, sebagaimana yang diketahui, yang sedang mekar itu nampak sekali indah dan menawan sehinggi setiap orang yang melihatnya akan tertarik untuk memetiknya. Benar, jika bunga tadi dipetik akan terasa indah dipandang, tapi tidak bias dimakan. Namun lihatlah beberapa saat berikutnya, ia akan layu dan tidak lagi sedap dipandang. Inilah hakekat kenikmatan di dunia yang tidak akan bertahan lama, bahkan akan fana dan binasa.
Akan tetapi jika mau sabar sedikit saja menunggunya, ia akan berubah menjadi buah yang lebih menawan lagi karena selain enak dipandang juga nikmat dimakan. Dan inilah hakekat kenikmatan akhirat. Allahua’lam. []
Berikut adalah komentar Syaikh ‘Abdurrohman bin Nashir As Sa’di rohimahulloh dalam tafsirnya yang bertajuk Taisir Al Karim Ar Rohman fi Tafsir Kalam Al Mannan, “Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu karena terkagm-kagum dan jangan kamu ulang-ulangi memandang keadaan dunia dan orang-orang yang menikmatinya karena memandangnya baik berupa makanan, minuman yang enak, pakaian mewah, rumah yang wah, dan wanita cantik, karena itu semua adalah bunga dunia yang merasa senang jiwa-jiwa tertipu, merasa kagum pandangan orang-orang yang berpaling, dan kaum zhalim yang menikmatinya –karena terputusnya pandangan mereka dengan akhirat-.
Kemudian (semua itu) akan segera pergi, berlalu semua, dan bahkan akan membunuh pecinta dan perindunya sehingga mereka akan menyesal, sedangkan penyesalan tidak akan berguna. Ketika mereka datang di hari kiamat akan mengetahui apa yang ada pada mereka dulu (berupa ketertipuan).
Kesengan dunia itu hanya Allah jadikan sebagai fitnah dan ujian, agar Dia mengetahui siapa yang menikmati dan tertipu dengannya, serta mengetahui siapa yang berbuat dengan sebaik-baik amalan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا* وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya. Siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.” (QS Al Kahfi: 7)”


  • Pelajaran Syarh Riyadhush Sholihin bersama Al Ustadz Aris Munandar hafizhohulloh di Ma’had Hamalatul Quran ba’da zhuhur

    Firman Hidayat, Gunung Sempu Yogyakarta, www.almarwadi.wordpress.com

Ungkapan Emas yang Tidak Dipahami Orang Indonesia

Written By Unknown on Minggu, 04 November 2012 | 04.02




"Ahlan wa sahlan" adalah ungkapa emas bahasa arab yang tidak dipahami oleh orang indonesia,,, orang indonesia mengartikan "Ahlan wa sahlan" dengan "selamat datang" padahal ungkapa 'Ahlan wa sahlan" adalah ungkapan yang sangat agung,,,
"Ahlan" dari kata "ahlun" artinya adalah KELUARGA dan "sahlan" dari kata "sahl" artinya adalah MUDAH,
jadi seandainya kita mengucapkan 'Ahlan wa sahlan" kepada seseorang yang datang kepada kita, Artinya kita menerima atau menganggap tamu tersebut sebagai bagian dari keluarga kita dan kita akan memudahkan urusan dia ini sesuai dengan

:: Mencari Sinyal Keikhlasan di Medan Dakwah dan Fenomenanya ::

Written By Unknown on Rabu, 31 Oktober 2012 | 20.29

Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin rohimahulloh berkata dalam Al Qoul Al Mufid 'ala Kitab At Tauhid (hal. 81):

"Demikian juga termasuk hal penting adalah tidaklah seseorang itu bergembira atas perkataannya (ceramahnya dan selainnya) yang direspon orang-orang karena (ia merasa bahwa yang ditermia itu adalah) ucapannya. Akan tetapi ia (boleh) bergembira terhadap orang-orang yang merespon positif ucapannya jika ia melihatnya kebenaran karena memang kebenaran (haq), bukan karena itu ucapannya.


Beginilah Engkau Berdakwah

Written By Unknown on Selasa, 23 Oktober 2012 | 21.40



Fir'aun ketika berkata : ''Saya adalah Tuhan kamu yang paling tinggi '' (dideskrisipkan dalam Qs. An Nazi’at: 23)

Kemudian lihat lah bagaimana Allah 'azzawajalla menimpalinya..?!

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Nabi Musa dan Nabi Harun (memerinyahkan kpd mereka utk berlaku lemah lembut saat berdakwah kpd fir'aun) :

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan

Sikap Seorang Muslim Menghadapi Maksiat yang Menyebar di Negeri-Negeri Kaum Muslimin



Bagaimana sikap seorang muslim menghadapi maksiat yang menjamur di negeri kaum muslimin, seperti riba, wanita-wanita yang bertabaruj (bersolek di luar rumah), meninggalkan sholat, dan seterusnya?

Jawab: Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam telah membatasi sikap seorang muslim dengan sabdanya, "Siapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaknya ia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya. Yang demikian itu serendah-rendah iman." [Direkam oleh Imam Muslim dalam Kitabul Iman, bab bayan kaun an-nahy 'anil munkar minal iman (no. 49)]

Dari hadits ini, mengubah kemungkaran bisa dilakukan dengan 3 tingkatan, yaitu:


Faedah dari Surat Al Ashr

Written By Unknown on Selasa, 16 Oktober 2012 | 08.15



بسم الله الرحمن الرحيم

  وَالْعَصْرِ

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
1.
Demi massa
2.
Sesungguhnya manusia itu benar – banar berada dalam kerugian
3.
Kecuali orang orang yang beriman, beramal shaleh, saling menasehati dengan kesabaran dan saling

Alasan Apa Sehingga Mereka Menolak Hadits

Written By Unknown on Kamis, 04 Oktober 2012 | 00.14



Adalah sahabat yang mulia Abdullah bin Abbas tatkala beliau menerangkan tentang permasalahan haji tamattu', bahwa Rasulullah -shallallahualaihiwasallam- melakukan haji tamattu', lalu ada sebagian sahabat menolaknya dengan perkataan sahabat Abu Bakr dan Umar. lalu beliau pun berkata :

يُوْشِكُ أَنْ تَنْزِلَ حِجَارَةٌ مِنَ السَّمَاءِ، أَقُوْلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ وَتَقُوْلُونَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ؟؟! “

''Hampir saja menimpa kalian hujan batu dari langit, aku berkata “Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam berkata demikian”
lantas kalian berkata, “Abu Bakar dan Umar berkata demikian dan demikian..!!”

Beginilah Engkau Berdo'a

Written By Unknown on Selasa, 02 Oktober 2012 | 15.39


إذا جلست بين يدي الله, اتعمل أخلاق الأطفال
,
 فالطفل إذا طلب شيئا و لم يعطه بكى حتى يأخذه



" Jika engkau duduk ( berdoa) dihadapan Allah 'azzawajalla, maka berakhlaqlah sebagaimana akhlaq seorang anak kecil..
Coba lihatlah.. anak kecil itu jika meminta sesuatu, kemudian belum diberi, maka ia akan menangis.. sampai ia mendapatkan, apa yg ia pinta "
#Subhanallaah... dia merengek, penuh harap dan yakin bahwa apa yg dia pinta pasti terkabul..

MENGAPA KITA HARUS YAKIN SAAT BERDOA ?
,,,
Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin ‘Amr,

Gunakan saja Bahasa Cinta



Manakala anda berdakwah di masyarakat umum, kemudian ada diantara mereka yang bertanya tentang isbal (menjulurkan pakaian di bawah mata kaki)
atau ada yang mengejek2 org yg berpakaian sesuai sunnah Nabi -shallallahualaihiwasallam- ,
kita gunakan saja Bahasa Cinta untuk menjelaskan kepada mereka, InsyaAllah cara sperti ini lebih efektif dan lebih mudah mereka utk menerima penjelasan dari anda.
Kita katakan saja seperti ini :

''Begini saja Pak,Apakah Bapak cinta kepda Nabi shallallahualaihiwasallam..?''

Tentu ia akan menjawab ; ''Tentu saja, pasti..!''

Gejala Aneh yg Menyerang Kebanyakan Manusia


Bagaimana waktu terus bergulir, usia terus berjalan, sedangkan hati tertutup (dari mengenal Allah ), tidak mencium sedikit pun baunya (tidak terbetik sedikit pun dalam hatinya ,untuk mengenal Tuhan nya) .


Dan dia keluar dari dunia sebagaimana dia masuk ke dalamnya.. tidak merasakan kehidupan yang sejahtera. Bahkan hidupnya di dunia  seperti kehidupan binatang ternak ( hanya makan, minum dan syahwat, tidak lebih dari pada itu ) kemudian dia berpindah ke alam kerugian.
Hidupnya di dunia merana, dalam kematiannya ia tersiksa, dan hari akhiratnya dia sengsara. ." (Al-Jawab Al-Kafi, Ibnul Qoyyim hlm.132-133)

Ketika Saudaramu Bersin


Siang ini ba'dha dhuhur, alhamdulillah telah dibahas penjelasan dari Hadits Anas Bin Malik yg terdapat dalam kitab Riyadussholihin bersama Ustadz Aris Munandar -hafidhzohullah- di pendopo ma'had Hamalatul Quran . Berikut beberapa faedah yg sy dapatkan dari apa yg beliau sampaikan

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dia berkata, “Ada 2 orang yang bersin di dekat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam kemudian mendoakan salah satu dari mereka namun tidak mendoakan yang lainnya. Kemudian orang yang tidak didoakan bertanya kepada beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ”Si fulan bersin lalu engkau mendoakannya sementara aku bersin engkau tidak mendoakanku?” Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Orang ini memuji Allah (mengucapkan hamdalah) sementara engkau tidak memuji Allah.”


Untukmu Calon Istriku

Written By Unknown on Senin, 01 Oktober 2012 | 09.26

Wahai calon istriku,,,
Akan kita jalani sebuah kehidupan yang baru,
dan kita akan menyempurnakan agama dengan pernikahan kita,
Akan kita jalani sebuah kehidupan yang berliku,
dan penuh dengan cobaan yang akan kita hadapi berdua kelak,
takkan ada sebuah rumah tangga yang tidak ada masalah,
karna keindahan dan ketenangan hidup hanyalah di syurga,
dunia adalah tempat ujian bagi kita,
disini tempat kita suka dan duka bersama,
kita menikah semata hanya karna Allah,
cintailah aku karna Allah,
begitu juga aku mencitaimu karna Allah,
wahai calon istriku,,,,,
suatu saat nanti matamu pasti akan melihat kekuranganku,
engkau akan melihat betapa buruknya kepribadianku,
suatu saat nanti telinngamu pasti akan mendengar keburukanku,
engkau akan mendengar kata yang menyakiti hatimu,
Dan suatu saat nanti hatimu pasti akan tersakiti oleh sikapku,
itulah aku!
Aku bukan manusia yang sempurna, aku bukanlah malaikat yang tak pernah salah, aku bukan seseorang yang suci dari kesalahan, Aku bukan seorang Nabi yang selalu turun wahyu kepadaku,
Aku hanyalah manusia yang penuh dosa,
Manusia yang selalu di penuhi dengan kesalahan dan kekeliruan,
Sungguh buruk kepribadianku, seperti itulah diriku
maka dari itu aku butuh kamu,
tegurlah aku bila aku salah,
nasehati aku bila aku keliru,
ingatkan aku bila aku lupa,
luruskan aku bila aku menyimpang,
isi kekuranganku dengan kelebihanmu.
Agar kita bisa saling melengkapi,
menjalani kehidupan dengan perjuangan meraih syurga,
karna itulah tujuan kita menjalin hubungan ini,
dan semoga Allah mengumpulkan kita kembali di syurgaNya
disanalah tempat kesenangan yang hakiki,
Khandar, 25 juni 2012, Jakarta

4 Imam Madzhab Melarang Taqlid

Written By Unknown on Sabtu, 29 September 2012 | 19.52

 
Imam Abu Hanifah rahimahullah

Beliau mengatakan,

لا يحل لأحد أن يأخذ بقولنا ما لم يعلم من أين أخذناه

“Tidak boleh bagi seorangpun berpendapat dengan pendapat kami hingga dia mengetahui dalil bagi pendapat tersebut.”

Diriwayatkan juga bahwa beliau mengatakan,

حرام على من لم يعرف دليلي أن يفتي بكلامي

“Haram bagi seorang berfatwa dengan pendapatku sedang dia tidak mengetahui dalilnya.”

 Imam Malik bin Anas rahimahullah

Beliau mengatakan,

إنما أنا بشر أخطئ وأصيب فانظروا في رأيي فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه

“Aku hanyalah seorang manusia, terkadang benar dan salah. Maka, telitilah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan al-Quran dan sunnah nabi, maka ambillah. Dan jika tidak sesuai dengan keduanya, maka tinggalkanlah.”(Jami’ Bayan al-’Ilmi wa Fadhlih 2/32).

Beliau juga mengatakan,

ليس أحد بعد النبي صلى الله عليه وسلم إلا ويؤخذ من قوله ويترك إلا النبي صلى الله عليه وسلم

“Setiap orang sesudah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat diambil dan ditinggalkan perkataannya, kecuali perkataan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Jami’ Bayan al-’Ilmi wa Fadhlih 2/91).

 Imam Asy-Syafi’i rahimahullah

Beliau mengatakan,

إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فقولوا بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ودعوا ما قلت

“Apabila kalian menemukan pendapat di dalam kitabku yang berseberangan dengan sunnah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ambillah sunnah tersebut dan tinggalkan pendapatku.” (Al-Majmu’ 1/63).

Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah

Beliau mengatakan,

لا تقلدني ولا تقلد مالكا ولا الثوري ولا الأوزاعي وخذ من حيث أخذوا

“Janganlah kalian taklid kepadaku, jangan pula bertaklid kepada Malik, ats-Tsauri, al-Auza’i, tapi ikutilah dalil.”(I’lam al-Muwaqqi’in 2/201;Asy-Syamilah,).

Nasehat Ustadz Aris Munandar


Nasehat beliau sungguh mengena skali..masuk ke dalam lubuk hati, Semoga Allah merahmati beliau,
....
selepas maghrib tadi, beliau menyampaikan dan mejelaskan sebuah Hadits yang mulia ;
''Sesungguhnya Allah memberikan Dunia, kepada siapa yg dia Cintai dan siapa yg Dia benci,, Akan tetapi.! Allah tidak memberika AdDin (kepahaman dalam agama ini) kecuali kepa siapa Dia
Cintai.. (HR.Ahmad)

Faedah;
*Bahwa banyak sedikitnya harta, bukan pertanda seorang itu dicintai dan dibenci oleh Allah, bahkan pandangan seperti ini adalah pandangan orang orang Jahiliyah dahulu
*Sebuah kabar gembira, bagi siapa yang Allah berikan kepadNya semangat untuk memahami Agama yang mulia ini, dan sebuah berita yg menakutkan bagi siapa yg masih rakus akan harta, yg orientasinya hanyalah memperbanyak harta
*disebutkan pula dlm hadits shahih bahwa Seandainya dunia ini bernilai di sisi Allah ,senilai selembar sayap nyamuk, maka Allah tidak akan membiarkan orang orang Kafir meneguk air walau hanya satu tegukan...Subhanallah ,Anda tau ..Siapa diantara kita yg mau membeli nyamuk dengan harga 5 rupiah...?! Sesungguhnya saya sebagaimana jawaban Anda bahwa ''tidak akan ada mau membelinya..Apalagi selembar sayap nyamuk...!? betapa hinanya dunia ini..Karena Sesungguhnya Allah tdk membutuhkan dunia ini, maka engkau lihat orang orang kafir itu hartanya melimpah,..!!

(beliau adlh Ust Aris Munandar)



Anhsori, Gunung sempu,

Allah Mencela Perpecahan


Perpecahan pada kaum muslimin adalah suatu yang tercela di sisi Allah azza wa jalla, Allah telah melarang kaum muslimin  dalam banyak ayat Al qur an untuk tidak berpecah belah dan bersatu diatas kebenaran. Karna perpecahan itu melemahkan kekuatan kaum muslimin sehingga mereka di kalahkan oleh musuh musuh mereka. Dan Allah pun mengabarkan kpada Rosulullah bahwa Beliau bukan dari mereka. Allah berfirman:
 ''Sesungguhnya Orang orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan golongan, engkau (muhammad) bukan dari mereka sedikitpun. Sesumgguhnya urusan mereka kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat (Al An'am 159).
Demikianlah saudarku bahwa berpecah belah itu adalah sesuatu yang sangat tercela sehinga Allah menegaskan bahwa Rosulullah shollallahu alaihi wassalam bukan dari golongan mereka (orang orang yang brpecah belah).
         Di dalam ayat lain Allah Azza wa jalla menyebutkan bahwa berpecah belah adalah sifat dari orang orang musyrikin. Allah berfirman:
Dengan kembali bertobat kepadaNya, dan bertakwalah kepadaNya serta laksanakanlah sholat dan janganlah kamu menjadi seperti orang orang musyrik. yaitu orang orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka. (Ar Rum; 31-32).
Inilah sifat dari orang orang musyrikin, dan Allah melarang kita (kaum muslimin) memjadi seperti mereka yaitu berpecah belah, dan berbangga bangga diri dengan golongan/ kelompoknya. Hal ini sudah terbukti di zaman kita, umat islam mereka berpecah belah menjadi kelompok kelompok, dan setiap kelompok mereka banga dengan kelompoknya tersebut. Namun kita wajib kembali pada kebenaran dan kembali mengikuti jalan dan petunjuk Rosul kita yang mulia,, karna sejak dahulu Rosulullah sudah mengabarkan kepada kita bahwa islam pada akhir zaman akan berpecah sebagaimana hadits Beliau
Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu Ta'ala Anhu berkata :Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karenakhawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya ; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah  mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan ? Beliau bersabda : 'Ada'. Aku bertanya : Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan ?. Beliau bersabda : Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya : Apakah dakhanun itu ?. Beliau menjawab : Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau bersabda : Ya, da'i - da'i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya : Wahai Rasulullah, berikan ciri ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda : Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya ?.Beliau bersabda: Berpegang teguhlah pada Jama'ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya: Bagaimana jika tidak ada jama'ah maupun imamnya? Beliau bersabda: Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan enggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu".(Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35.Muslim XII/135-238, Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14.Ibnu Majah no.3979, 3981.)
Dmikianlah Rosulullah pun mengabarkan kepada kita bahwa umat islam akan berpecah belah menjadi beberapa golongan, namun beliopun memberikan solusi untuk menghindari perpecahan yaitu berpegan teguh dengan sunnah belio dan mengikuti pemahaman para salaf sholih, Rosulullah bersabda:
 Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 72 millah (agama), sementara umatku berpecah menjadi 73 millah (agama). Semuanya di dalam neraka, kecuali satu millah." Shahabat bertanya, "Millah apa itu?" Beliau menjawab, "Yang aku berada di atasnya dan juga para shahabatku." (HR At-Tirimizi, Abu Daud, Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan Al-Hakim)
Dari hadits ini Rosulullah menegaskan bahwa golongan yang selamat adalah "yang aku (rosulullah) berada diatasnya dan juga para sahabat", hadits ini juga di perkuat dengn firman Allah:
 "Dan orang orang yang terdahulu lagi pertama (masuk islam) dari Muhajirin dan Anshor dan orang orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rodho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah........(At Taubah: 100).
ayat ini jelas bahwa Allah akan ridho kepada orang orang yang mengikuti para sahabat dengan baik. Adapun orang orang menentang perintah Rosulullah Shollallah alaihi wasallam dan tidak mengikuti pemahaman para sahabat, maka Allah mengncam mereka,
"Dan barang siapa menentang Rosul setelah jelas petunjuk baginya, dan mengikuti selain jalan orang orang mukmin (para sahabat), Kami biarkan dia di dalam kesesatan yang telah dilakukanya itu dan akan Kani masukan kedalam nereka jahannam (An nisa'; 115)
Wallahu a'lam


Khandar, jakarta

Ikatlah Tali Persahabatan

 
Ini cara-cara dasar praktis untuk memperkuat ikatan mahabbah dan mengeratkan tali ukhuwah yang telah diatur dalam islam. Jika dilaksanakan dan dilakukan dengan ikhlas serta tidak menyimpang dari tuntutan syariat niscaya memperoleh pahala dan menghapuskan dosa. Berikut adalah panduan praktis untuk mencapai hal itu.
1. Beritahukan rasa cinta kepada orang yang dicintai.
Dari anas bin malik ra: “ada seseorang berada disisi rasulullah saw, lalu salah seorang sahabat melewatinya. Orang yang berada disisi rasulullah tersebut mengatakan, ‘aku mencintai dia ya rasulullah’. Lalu nabi bersabda, ‘apakah kamu sudah beritahu dia?’ orang itu menjawab, ‘belum.’ Kemudian beliau bersabda, ‘beritahukan kepadanya.’ Lalu orang tersebut memberitahukannya dan berkata ‘sesunngguhnya aku mencintaimu karena Allah’. Kemudian orang yang dicintainya itu menjawab, ‘semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya’.” (HR. Abu
Dawud dengan sanad sahih).
2. Mohon didoakan dari jauh saat berpisah
Umar bin khathab ra berkata: “aku minta izin kepada nabi Muhammad Saw untuk melaksanakan umrah, lalu beliau mengizinkanku. Beliau bersabda, ‘jangan lupakan kami, wahai saudaraku dalam doamu’. Kemudian beliau mengatakan satu kalimat yang mengembirakanku, bahwa aku mempunyai keberuntungan dengan kalimat itu di dunia. Dalam riwayat, beliau bersabda, ‘sertakan kami dalam doamu wahai sahabatku’.” (HR. Abu Dawud Tirmidzi, hadist hasan sahih)
3. Tunjukan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa
Dalam Abu Dzar ra, Rasulullah Saw bersabda: “Janganlah kebaikan sekecil apapun, walau sekedar bertemu saudaramu dengan wajah ceria’.” (HR. Muslim)
4. Biasakan untuk berjabar tangan (kecuali non muhrim)
Rasulullah Saw, menganjurkan umatnya agar segera berjabat tangan saat berjumpa dengan saudaranya.
Dari Al-Barra ra, Rasulullah Saw bersabda: “tidak ada dua orang muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (HD. Abu Dawud)
5. Lakukan silaturahmi sesering mungkin.
Imam Malik dalam kitab-Nya Al-Muwaththa’ meriwayatkan, nabi Muhammad Saw bersabda: “Allah SWT berfirman, ‘pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku. Keduanya saling berkunjung karena Aku dan saling member karena Aku’.”
6. Ucapan selamat atas nikmat dan keberhasilan
7. Memberikan hadiah berkenaan dengan waktu-waktu tertentu
8. Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya
9. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya
semoga bisa bermanfaat buat kita sbagai kaum muslimin. Amin!
Abu Huraerah, 28 september 2o12. Gunung sempu
 
Support : Creating Website | |
Copyright © 2011. gunung sempu - All Rights Reserved
Template Created by Published by Khandar
Proudly powered by Blogger