Dalam kitab Manhaj Dzawin Nazhor syarh
Alfiyatil Atsar lil Imam As Suyuthi karya Syaikh Muhammad Mahfuzh bin
'Abdulloh At Tirmisi disebutkan sebagai berikut:
"[Dan
janganlah kamu] waha penulis, [menulisnya dengan rumus (singakat)] yaitu
yang disebut di atas (pujian kepada Alloh, sholawat kepada Nabi, dan
doa kepada ulama). Terlebih lagi (pujia
n
kepada Alloh dan) sholawat & salam, maka yang demikian itu makruh
menyingkatnya dengan rumus dalam tulisan dengan satu atau dua huruf.
Seperti orang yang menulisnya dengan "shol'am" (dalam versi Indonesia
biasa ditulis SAW), akan tetapi (harus) ditulis dengan selengkapnya.
Konon ada yang mengatakan, bahwasannya orang yang pertama kali merumuskannya dengan "shol'am" (SAW), dipotong tangannya."*
Lihatlah saudaraku -semoga Alloh mengampuni saya dan Anda- pernyataan
terakhir ini, yaitu hukuman bagi pelaku tindakan menyingkat pujian
kepada Alloh seperti Subhanahu wa Ta'ala dengan SWT & sholawat serta
salam kepada Nabi Muhammad dengan SAW.
Sungguh, orang yang
suka menyingkat-nyingkat ungkapan ini menunjukkan kadar cintanya yang
lemah -kalau tidak mau dikatakan tidak ada- kepada Rosululloh
shollallohu 'alaihi wa sallam, meski ia mendakwakan cinta. Dakwaan
mereka ini ia bantah sendiri dengan perbuataannya ini.
Perlu
diketahui bahwa tidak akan pernah rugi orang yang selalu bersholawat
kepada Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, bahkan orang tersebut
akan memperoleh pahala & ganjaran yang banyak.
Dalam sebuah
kesempatan, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa
yang bersholawat kepadaku dalam buku, Malaikat akan memintakan ampun
untuknya selama namaku masih ada dalam buku itu."
Tentang
hadits ini, Imam As Suyuthi berkata, "Meski hadits ini dha'if, namun ia
patut disebutkan dalam makna (mas-alah) ini, dan tidak usah digubris
Ibnul Jauzi yang memasukkannya dalam Al Maudhu'at. Sesungguhnya ia
mempunyai thuruq (jalan-jalan hadits) yang menyelamatkannya dari
kemaudhu'an dan menuntut secara globa ia memiliki asal."*
Rosululloh juga bersabda, "Perbanyaklah kalian bersholawat kepadaku.
Karena Alloh menugaskan malaikat di sisi kuburku, apabila seorang dari
umatku bersholawat kepadaku, Maka malaikat itu berkata kepadaku, 'Wahai
Muhammad, sesungguhnya saat ini fulan bin fulan bersholawat kepadamu."
[Riwayat Ad Dailami. Dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam As
Silsilah Ash Shohihah (IV/44)]
Jadi, buktikan bahwa ketika Anda
mengatakan, "Aku cinta Nabi," dengan sikap & perilakumu, dalam hal
ini menulis sholawat secara lengkap dan tidak disingkat-singkat!
_____________
* Manhaj Dzawin Nazhor syarh Manzhumah 'Ilmil Atsar (hal. 179), karya
Syaikh Muhammad Mahfuzh bin 'Abdillah bin 'Abdul Mannan At Tirmisi. Cet.
th. 1424H/2003 M. Darul Kutub Al 'Ilmiyyah Beirut.
Ket.:
[]= perkataan Imam As Suyuthi
()= tambahan yang sesuai dari saya
Firman Hidayat, 07 Oktober 2012, Gunung Sempu