Gunung Sempu
Thank You for Comments Pictures

Latest Post

:: Mencari Sinyal Keikhlasan di Medan Dakwah dan Fenomenanya ::

Written By Unknown on Rabu, 31 Oktober 2012 | 20.29

Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin rohimahulloh berkata dalam Al Qoul Al Mufid 'ala Kitab At Tauhid (hal. 81):

"Demikian juga termasuk hal penting adalah tidaklah seseorang itu bergembira atas perkataannya (ceramahnya dan selainnya) yang direspon orang-orang karena (ia merasa bahwa yang ditermia itu adalah) ucapannya. Akan tetapi ia (boleh) bergembira terhadap orang-orang yang merespon positif ucapannya jika ia melihatnya kebenaran karena memang kebenaran (haq), bukan karena itu ucapannya.


Tiga Keadaan Mengenai Ruqyah

Written By Unknown on Selasa, 30 Oktober 2012 | 16.44

1, Org yg meminta untuk diruqyah
Orang seperti ini ditakutkan tidak termasuk dalam sabda Nabi -alaihishshalatu wassalam- yg menjelaskan kriteria 70.000 orang dari umatnya yang akan masuk surga tanpa hisab dan azab:

هُمْ الَّذِينَ لَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَلَا يَكْتَوُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Mereka adalah orang-orang yang tidak minta untuk di ruqyah, tidak pernah bertathayur (menganggap sial/pamali) dan tidak pula melakukan terapi dengan kay (terapi dengan menempelkan besi panas pada daerah yang sakit), dan hanya kepada Rabb mereka bertawakkal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas)


Tahukah Anda Apa Itu Mizan???

Written By Unknown on Kamis, 25 Oktober 2012 | 07.09

(الموازين)
MAWAZIN/TIMBANGAN
الموازين جمع ميزان، وهو لغة: ما تقدر به الأشياء خفة وثقلاً.
Mawazin jamak dari mizan, sedangkan secara bahasa adalah: sesuatu untuk menimbang sesuatu apakah itu ringan atau berat
وشرعاً: ما يضعه الله يوم القيامة لوزن أعمال العباد.
Dan secara istilah adalah: sesuatu untuk meletakan amal seoang hamba pada hari kiyamat
وقد دل عليه الكتاب، والسنة، وإجماع السلف.
Dan hal
ini telah diterangkan dalam Al Quran dan sunnah dan ijmak salaf
قال الله تعالى: (فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ)(6)
Allah berfirman: Maka barang siapa beral timbangan amalanya mereka itu orang orang yang beruntung. dan barang siapa yang ringan timbangan amalanya mmereka orang orang yang rugi mereka di jahannam(6)..i
، (وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئاً وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ)(7).
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.(7)i
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: "كلمتان حبيبتان إلى الرحمن، خفيفتان على اللسان، ثقيلتان في الميزان، سبحان الله وبحمده، سبحان الله العظيم" متفق عليه(8).
dan Rosulullah shollahu alaihi wasalam bersabda: ada dua kalimat yang dicintai oleh yang maha pengasih, ringan diucapkan dilisan, berat ditimbangan (yaitu), subhanallah wabihamdihi, subhanallahil adhim(8)i
وأجمع السلف على ثبوت ذلك.
Dan para salafpu telah sepakat atas hal ini
وهو ميزان حقيقي، له كفتان، لحديث عبد الله بن عمرو بن العاص عن النبي صلى الله عليه وسلم في صاحب البطاقة قال: "فتوضع السجلات في كفة والبطاقة في كفة". الحديث رواه الترمذي وابن ماجه. قال الألباني: إسناده صحيح(9).
Dan ini adalah timbangan yang hakiki, ada dua mata timbangan sebagaiman yang telah diterangkan oleh Abdullah bin Amru bin Ash dari Nabi shollallahu alaihi wasalam dalam hadit Shohibul bithoqoh Beliau bersabda: Maka ditaruhlah lembaran lembaran di sisu timbangan dan kartu di sisi timbangan yang lain (HR. Tirmidzi dan Ibnu majah, Berkata Syekh Al albani: isnadnya Shohih(9)i
واختلف العلماء هل هو ميزان واحد أو متعدد؟
dan para Ulama berbeda pendapat apakah timbangan tersebut satu ataukah banyak???i
فقال بعضهم: متعدد بحسب الأمم، أو الأفراد، أو الأعمال؛ لأنه لم يرد في القرآن إلا مجموعاً وأما إفراده في الحديث فباعتبار الجنس.
Maka berkata sebagian Ulama: timbangan tersebut banyak sesuai dengan banyaknya manusia, atau cuma satu, atau kelompok, karna tidak pernah disebutkan dalam Al Quran dalam bentuk jamak atau sedangkan secara mufrod disebutkan dalam hadits pertimbangan badan
وقال بعضهم: هو ميزان واحد؛ لأنه ورد في الحديث منفرداً، وأما جمعه في القرآن فباعتبار الموزون وكلا الأمرين محتمل. والله أعلم.
Dan berkata sebagian Ulama yang lain: timbangan tersebut hanya ada satu karna disebutkan dalam hadits secara tunggal, dan adapun didalam Al Qur'an secara jamak dan keduanya benar munkin, waAllahu a'lam
والذي يوزن العمل، لظاهر الآية السابقة والحديث بعدها.
Dan yang ditimbang adalaha amalnya, sebagaimana yang telah disebutkan secara dhohir dariayat yang telah disebutkan tadi, dan hadits setelahnya
وقيل: صحائف العمل لحديث صاحب البطاقة.
Dan dikatakan pula bahwa amal itu berbentuk lembaran lembaran sebagaimana hadits shohibul bithoqoh
وقيل: العمل نفسه لحديث أبي هريرة أن النبي صلى الله عليه وسلم: "إنه ليأتي الرجل العظيم السمين يوم القيامة لا يزن عند الله جناح بعوضة". وقال: اقرأوا: (فَلا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْناً)(1). متفق عليه(2).
dan dikatakan juga amalan tersebut yaitu badanya sebagaimana yang disebutkan dalam hatdits yang diriwayatkan oleh Abu Huraerah bahwa Rosulullah shollahu alaihi wasalam bersabda: Sungguh pada hari kiamat akan datang seseorang yg berbadan gemuk namun di sisi Allah timbangannya tak dapat melebihi berat sayap seekor nyamuk. Bacalah ayat; …dan kami tak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari kiamat, (Al Kahfi: 105). Muttaqun alaihi
__________________________________________________________________________-
1) رواه أحمد بلفظ: "ليدخلن الجنة من أمتي سبعون ألفاً لا حساب عليهم ولا عذاب، مع كل ألف سبعون ألفاً" (5/280، 281).
(2) هذا اللفظ في مسلم، كتاب الجمعة (856)، وفي البخاري، كتاب الجمعة (876)، ومسلم، كتاب الجمعة (855)، بلفظ: "نحن الآخرون السابقون يوم القيامة، بيد أنهم أوتوا الكتاب قبلنا".
(3) "سنن ابن ماجه"، كتاب الزهد (4290) صححه الألباني.
(4) رواه الترمذي، كتاب الصلاة (413)، والنسائي، كتاب الصلاة (467)، وابن ماجه، كتاب إقامة الصلاة (1426).
(5) رواه البخاري، كتاب الرقاق (6533)، ومسلم، كتاب القسامة (1678).
(6) سورة المؤمنون، الآيتان: 102، 103.
(7) سورة الأنبياء، الآية: 47.
(8) رواه البخاري، كتاب التوحيد (7563)، ومسلم، كتاب الذكر (2694).
(9) سنن الترمذي، كتاب الإيمان (2639)، ومسلم، كتاب الزهد (4300).
____
Dinukil dari kitab Lum'atul I'tiqod
bersambung IsyaAllah,,, 
 
Khandar, Jakpus

Perjalan Hidup yang Mencerahkan

Written By Unknown on Rabu, 24 Oktober 2012 | 05.50



 *Adalah seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Aris Munandar. Ia diberi perhatian lebih dalam ilmu-ilmu ushul dan metode manhaj beragama. Sepertinya dari tingkat SMA ia sudah sangat menguasai pokok keilmuan Islam, terlebih bahasa ‘Arab. Ketika masih duduk di SMA saja sudah berguru kepada para ulama di daerahnya, salah satunya adalah alumni terbaik Pesantren Tremes di z
amannya. Di tingkat kuliah ia sudah matang ilmu ushul keislamannya. Sehingga tidak aneh ketika seorang ustadz menyampaikan suatu isi kitab, ia mampu membetulkan ucapan ustadz tersebut. Kuliah di UIN ia selesaikan dengan baik, hingga selang kemudian berlanjut menempuh jenjang S2 dengan baik pula.

Beginilah Engkau Berdakwah

Written By Unknown on Selasa, 23 Oktober 2012 | 21.40



Fir'aun ketika berkata : ''Saya adalah Tuhan kamu yang paling tinggi '' (dideskrisipkan dalam Qs. An Nazi’at: 23)

Kemudian lihat lah bagaimana Allah 'azzawajalla menimpalinya..?!

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Nabi Musa dan Nabi Harun (memerinyahkan kpd mereka utk berlaku lemah lembut saat berdakwah kpd fir'aun) :

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan

Sikap Seorang Muslim Menghadapi Maksiat yang Menyebar di Negeri-Negeri Kaum Muslimin



Bagaimana sikap seorang muslim menghadapi maksiat yang menjamur di negeri kaum muslimin, seperti riba, wanita-wanita yang bertabaruj (bersolek di luar rumah), meninggalkan sholat, dan seterusnya?

Jawab: Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam telah membatasi sikap seorang muslim dengan sabdanya, "Siapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaknya ia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya. Yang demikian itu serendah-rendah iman." [Direkam oleh Imam Muslim dalam Kitabul Iman, bab bayan kaun an-nahy 'anil munkar minal iman (no. 49)]

Dari hadits ini, mengubah kemungkaran bisa dilakukan dengan 3 tingkatan, yaitu:


Yang Mesti Kita Lakukan di Sepuluh hari Dzulhijah

Written By Unknown on Rabu, 17 Oktober 2012 | 23.50




الحمد لله وحده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده … وبعد:
Segala puji hanya bagi Allah semata, dan sholawat serta salam atas Nabi yang tidak ada nabi setelahnya,,,,
فمن فضل الله تعالى على عباده أن جعل لهم مواسم للطاعات، يستكثرون فيها من العمل الصالح، ويتنافسون فيها فيما يقربهم إلى ربه
م، والسعيد من اغتنم تلك المواسم، ولم يجعلها تمر عليه مروراً عابراً. ومن هذه المواسم الفاضلة عشر ذي الحجة، وهي أيام شهد لها الرسول صلى الله عليه وسلم بأنها أفضل أيام الدنيا، وحث على العمل الصالح فيها؛ بل إن لله تعالى أقسم بها، وهذا وحده يكفيها شرقاً وفضلاً، إذ العظيم لا يقسم إلا بعظيم
maka dari keutaman yang diberikan oleh Allah atas

Keutamaan Beramal di Sepuluh Hari Dzulhijah dan Amalan yang Dianjurkan di Dalamnya




Keutamaan Beramal di Sepuluh Hari Dzulhijah

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:(ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام ـ يعني أيام العشر ـ قالوا: يا رسول الله، ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء) [رواه البخاري].
Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhuma berkata: Rosulullah shollallhu alaihi wasalam bersabda: Tidak ada hari ketika seorang beramal sholih lebih dicintai Allah dari hari ini

Keutamaan Sepuluh Hari Dzulhijah



Keutamaan sepuluh hari dzulhijah
1- أن الله تعالى أقسم بها : وإذا أقسم الله بشيء دل هذا على عظم مكانته وفضله، إذ العظيم لا يقسم إلا بالعظيم، قال تعالى )والفجر، وليال العشر) . والليالي العشر هي عشر ذي الحجة، وهذا ما عليه جمهور المفسرين والخلف، وقال ابن كثير في تفسيره: وهو الصحيح.
1.
-Allah subhanahu watala bersumpah dengannya: dan apabila Allah bersumpah dengan sesuatu menunjukan bah
wa sesuatu tersebut atas keagunganya dan kedudukanya dan kemuliaanya, jadi Allah tidak bersumpah kecuali dengan yang agung, Allah berfirman: demi fajar, dan demi sepuluh hari (Al fajr 1-2) sepuluh hari yag dimaksud dalam ayat ini adalah

Hisab (Penghitungan Amal)



Hisab secara bahasa: hitungan/ menghitung/ penghitungan
sedangkan secara istilah Allah memperlihatkan kepada hamba hambaNYA atas amal mereka. dan ini telah jelaskan dalam Al Quran dan sunnah dan ijema' (disepakati) oleh kaum muslimin. Allah subhanahu wa ta;la berfirman:
إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ* ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
 (Sesunggunya kepada Kami lah mereka akan kembali, kemudian kepada Kamilah amal amal mereka akan dihisab) (Al ghosyiyah 25 26)
كان النبي صلى الله عليه وسلم يقول في بعض صلاته: "اللهم حاسبني حساباً يسيراً". فقالت عائشة: ما الحساب اليسير؟ قال: "أن ينظر في كتابه فيتجاوز عنه" رواه أحمد

Pelajaran dari Surat Al Qaari’ah ( Hari Kiamat).

Written By Unknown on Selasa, 16 Oktober 2012 | 08.24





الْقَارِعَةُ

مَا الْقَارِعَةُ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ

فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ

نَارٌ حَامِيَةٌ

Faedah dari Surat Al Ashr



بسم الله الرحمن الرحيم

  وَالْعَصْرِ

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
1.
Demi massa
2.
Sesungguhnya manusia itu benar – banar berada dalam kerugian
3.
Kecuali orang orang yang beriman, beramal shaleh, saling menasehati dengan kesabaran dan saling

Mulai Kaki Kanan Ketika Masuk ke Masjid

Written By Unknown on Senin, 15 Oktober 2012 | 08.02



Sheikh ‘Abdullah Bin Soleh Al-Fauzan
(anak kepada Syaikh Soleh Fauzan al-Fauzan)
Terjemahan: Pencinta Sunnah

تقديم اليمنى عند الدخول

“Memulai kaki kanan ketika masuk ke dalam Masjid”

أعلم أن لدخول المسجد صفة خاصة، وهي تقديم الرجل اليمنى؛ لأن اليمين أعدت لكل ما هو من باب التكريم، واليسار لما هو بضد ذلك، وهذه الصفة يخل بها كثيرون جهلاً أو عجلة، مع أنه ثبت فيها نصوص عامة ونصوص خاصة.

Bahaya Syirik

Written By Unknown on Jumat, 12 Oktober 2012 | 08.59

Syirik adalah menjadikan sesembahan dan peribadatan kepada selain Allah azza wa jalla. Dan menjadikan sesembahan selain Allah lebih mereka agungkan dari pada Allah azza wa jalla, seperti berdoa kepada selain Allah atau memalingkan berbagai macam ibadah kepada selain Allah azza wa jalla  seperti nadzar, rasa takut, mengharap dan cinta kepada selain Allah. Dan syirik adalah dosa yang paling besar, dan inilah perkaranya:


  • Karena menyerupakan makhluq denga Allah di dalam pengkhususan dan pengagungan uluhiyah Allah azza wa jalla. Maka barangsiapa menyekutukan Allah dengan sesuatu maka dia telah menyerupakan Allah dengan makhluq, dan ini adalah kedholiman yang paling besar, sebagaimana firman Allah azza wajalla:                                         sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(QS. Luqman (31) : 13) Dholim yaitu menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, dan barang siapa beribadah kepada selain Allah maka dia telah menempatkan ibadah tidak pada tempatnya dan memalingkan kepada yang tidak berhak untuk disembah, dan ini adalah kedholiman yang paling besar.
  • Allah  tidak mengampuni dosa syirik bagi yang belum bertaubat kepada Allah azza wa jalla, Allah berfirman:  إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًاSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik)  bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An nisa 48)
  • Allah mengharomkan surga bagi orang yang berbuat syirik, dan dia kekal di neraka selamanya Allah berfirman:إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ 
    Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun. “(QS. Al-Maidah:72)
  • Syirik menghapus semua amal Allah befirman:Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.(Al an’am) 
    Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi  (Az zumar: 65)
     
  • Orang yang musryik, apabila sudah jelas kemusyrikanya dan tidak ada syubhat dan tidak ada penglangnya baginya seperti perjanjian damai dan lain sebagainya, maka halal darahnya dan hartanya, Allah berfirman:  maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan . Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (At taubah 5) 
  • Dan juga Rosulullah shollahu alaihi wa sallam bersabda: Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan laa ilaha illallah, maka apabila mereka sudah mengatakanya mereka terjaga darah mereka dan harta mereka kecuali dengan hak (HR. Bukhori)
  • Syirik adalah sebesar besar dosa, Rosulullah shollahu alaihi wasalam bersabda: Maukah kalian Aku beri tau dosa yang paling besar.???Kami menjawab tentu wahai Rosulullah .. Rosulullah bersabda: yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua (HR. Bukhori dan Muslim).
    Berkata Al allamah Ibnul Qoyyim: Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwa maksud diciptakan makluq adalah agar mereka mengetahui nama nama Allah aza wa jalla dan sifat sifatNYA, dan menyembah Allah semata dan tidak menyekutukanya. Dan menegakan keadilan kepada manusia yang denganya Allah menegakan langit dan bumi sebagaimana firman Allah Azza wa jalla:  
    Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfa’at bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa . (QS. Al Hadid:25) (Al Jawabul kafii hal: 109)
    Maka Allah suhanahu wata’ala mengabarkan sesungguhnya Allah mengutus Rosul-RosulNYA dan menurnkan kitab-NYA yaitu untuka menegakkan keadilan – dan seagung agung keadilan adalah tauhid karna tauhid adalah pangkalnya keadilan dan tiang nya, dan syirik adalah kedholiman sebagaiman firman Allah ta’ala: 
    sesungguhnya syirik itu kedholiman yang besar (Luqman 13).
    Maka syirik adalah sedholim dholim kedholiman, dan tauhid adalah seadil adil keadilan. Maka pelanggaran yang paling besar yang dimaksud disini adalah dosa yang paling besar – sampai para Ulama mengatakan ketika syirik mengingkari adanya dzat Allah maka ini yang dimaksud dosa yang paling besar sampai sampai Allah mengharomkan surga baginya kepada setiap musrik dan dihalalkan darahnya, hartanya dan keluarganya untuk ahli tauhid dan diizinkan pula untuk menjadikan mereka sebagai budak selama mereka meninggalkan menyembah kepada Allah subhanahu wata’ala. Dan Allah tidak meneriman amalan seorang musyrik, dan tidak pula memberikan syafaat kepada mereka atau mengabulkan permintaan mereka di akhirat, atau mengabulkan pengharapan mereka, karna syirik adalah kebodohan yang paling bodoh terhadap Allah. Setiapa ada seruan baginya. Dan demikianlah akhir dari kebodohan yang dia lakukan, karna hal ini sangat tidak adil bagi Allah. Dan syirik pada hakekatnya tidak mendholimi Robnya, akan tetapi merekalah yang mendholimi diri mereka sendiri.

  • Bahwasanya syirik mengurangi kesucian Allah subhanahu wa ta’ala pada diri-NYA, Dan barang siapa yang menyekutukan Allah maka dia tidak mesucikan Allah. Dan ini adalah akhir dari pada orang orang yang melampui batas Allah ta’ala, dan akhir dari orang orang yang nakal dan menentang Allah....
WaAllau a’lam bishowab,,,,
_____________________________________________________________________________
  kitabut tauhid al muallif syekh Sholih bin Fauzan Al fauza

Khandar,12 Oktober 2012, Jakpus

 
Support : Creating Website | |
Copyright © 2011. gunung sempu - All Rights Reserved
Template Created by Published by Khandar
Proudly powered by Blogger