Gunung Sempu
Thank You for Comments Pictures

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label KISAH TELADAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH TELADAN. Tampilkan semua postingan

.:: Kisah Seorang Istri yang Minta Dicerai Suaminya Karena Cemburu dengan Buku ::.

Written By Unknown on Rabu, 03 Oktober 2012 | 21.22




Bismillahirrohmanirrihim

Kami mendengar guru kami, Al Ustadz Aris Munandar hafizhohulloh wa ro'ah, bercerita dalam sebuah kajian (Rabu, 17 Dzul Qo'dah 1433 H) kitab Al Qaulul Mufid 'ala Kitabit Tauhid karya Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahulloh ketika membahas mas-alah mahabbah (cinta) menurut Ahlussunnah yang mengat
akan bahwa perasaan cinta itu tidak diharuskan kepada sesama jenis.

Alkisah, salah seorang ulama staf pengajar di Islamic University of Madinah yang bernama Syaikh Prof. 'Abdul 'Aziz Al Ahmadi adalah ulama yang sangat gandrung dengan buku-buku (kutu buku). Setiap harinya

Dakwah Seorang Raja yang Ditolak oleh Rakyatnya

Written By Unknown on Senin, 01 Oktober 2012 | 03.11

Abu Sufyan mengabarkan bahwa Hiraklius menyuruh dia datang ke Syam bersama kafilah saudagar Quraisy. Waktu itu Rasulullah SAW sedang dalam perjanjian damai dengan Abu Sufyan dan orang-orang Quraisy. Mereka datang menghadap Hiraklius di Ilia, lalu masuk di dalam majelisnya di hadapan pembesar-pembesar Romawi. Kemudian Hiraklius memanggil orang-orang Quraisy itu beserta juru bahasanya.

Hiraklius berkata, "Siapa diantara Anda yang paling dekat hubungan kekeluargaannya dengan laki-laki yang mengaku sebagai Nabi itu?" Abu Sufyan menjawab, "Saya keluarga terdekatnya." Hiraklius berkata kepada juru bicaranya, "Suruh dia mendekat kepadaku, dan suruh pula para sahabatnya duduk di belakangnya." Kemudian dia berkata kepada juru bicaranya, "katakan kepada mereka aku akan bertanya kepadanya (Abu Sufyan). Jika dia berdusta, suruhlah mereka mengatakan bahwa dia berdusta." Kata Abu Sufyan: "Demi Tuhan! Jika tidaklah aku takut akan mendapat malu karena aku dikatakan pendusta, niscaya maulah aku berdusta."

Pertanyaan pertama, "Bagaimanakah garis nasabnya di kalanganmu?"
Aku jawab, "Dia turunan bangsawan di kalangan kami."
Hiraklius bertanya lagi, "Pernahkah orang lain sebelumnya mengatakan apa yang dikatakannya?"
Aku menjawab, "Tidak"
"Adakah diantara nenek moyangnya yang menjadi raja?"
"Tidak,"
"Apakah pengikutnya terdiri dari orang-orang mulia ataukah orang-orang dhuafa?"
"Hanya terdiri dari orang-orang dhuafa,"
"Apakah pengkutnya semakin bertambah atau berkurang?"
"Bahkan selalu bertambah"
"Adakah diantara mereka yang murtad karena benci kepada agama yang dipeluknya?"
"Tidak"
"Pernahkah dia melanggar janji?"
"Tidak dan sekarang kami sedang dalam perjanjian damai dengan dia, kami tidak tahu apa yang diperbuatnya dengan perjanjian itu"
"Pernah kamu berperang dengannya?"
"Pernah"
"Bagaimana peperanganmu itu?"
"Kami kalah dan menang silih berganti. Dikalahkannya kami dan kami kalahkan pula dia"
"Apakah yang diperintahkannya kepada kamu sekalian?"
"Dia menyuruh kami menyembah Allah semata dan jangan mempersekutukan-Nya. Tinggalkan apa yang diajarkan nenek moyang kami! Disuruhnya kami menegakkan shalat, berlaku jujur, sopan (teguh hati) dan mempererat persaudaraan."

Heraklius berkata, "Katakan kepadanya (Abu Sufyan), saya tanyakan padamu tentang turunannya Muhammad, kamu jawab dia bangsawan yang tinggi. Begitulah Rasul-rasul yang terdahulu, diutus dari kalangan bangsa tinggi kaumnya. Aku bertanya adakah salah seorang diantara kamu yang mengumandangkan ucapan sebagaimana diucapkannya sekarang, engkau menjawab tidak. Kalau ada seorang yang pernah mengucapkan apa yang dikatakannya sekarang niscaya aku katakan kalau dia hanya meniru-niru ucapan yang diucapkan orang terdahulu itu. Aku tanyakan adakah diantara nenek moyangnya yang menjadi raja dan kamu menjawab tidak ada. Kalau ada diantara nenek moyangnya yang menjadi raja, niscaya aku katakan dia hendak menuntut kembali kerajaan nenek moyangnya. Aku bertanya adakah kamu menaruh curiga kepadanya bahwa ia dutsa, sebelum mengucapkan apa yang diucapkannya sekarang dan kamu menjawab tidak. Saya yakin dia tidak berbohong kepada manusia apalagi kepada Allah. Aku bertanya apakah pengikutnya terdiri dari orang-orang mulia atau orang-orang dhuafa? Engkau jawab orang dhuafa. Memang mereka jualah yang menjadi pengikut Rasul-rasul. Aku bertanya apakah pengikutnya makin bertambah atau berkurang dan kamu jawab mereka bertambah banyak. Begitulah halnya iman yang sempurna. Aku bertanya adakah diantara mereka yang murtad karena benci kepada agama yang dipeluknya, setelah mereka masuk ke dalamnya dan kamu jawab tidak. Begitulah iman apabila ia telah mendarah daging sampai ke jantung hati. Aku bertanya apakah ia ingkar janji, kamu jawab tidak. Begitu pula semua rasul yang terdahulu, mereka tidak suka melanggar janji. Aku bertanya apa yang diperintahkannya kepadamu, kamu jawab ia menyuruh menyembah Allah dan melarang mempersekutukan-Nya. Dilarangnya pula menyembah berhala, disuruhnya menegakkan shalat, berlaku jujur dan sopan (teguh hati). Jika yang kamu terangkan itu betul semuanya, niscaya dia akan berpijak di kedua telapak kakiku ini. Sesungguhnya aku tahu bahwa dia akan lahir. Tetapi aku tidak mengira bahwa dia akan lahir diantara kamu sekalian. Sekiranya aku yakin akan dapat bertemu dengannya, walaupun dengan susah payah aku akan berusaha datang untuk menemuinya. Kalau aku telah berada di dekatnya akan kucuci kedua telapak kakinya."

Kemudian Hiraklius meminta surat Rasulullah SAW yang diantarkan oleh Dihyah kepada pembesar negeri Bashra, yang kemudian diteruskan kepada Hiraklius. Lalu dibacanya surat itu, yang isinya sebagai berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ . سَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى ، أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّى أَدْعُوكَ بِدِعَايَةِ الإِسْلاَمِ ، أَسْلِمْ تَسْلَمْ ، يُؤْتِكَ اللَّهُ أَجْرَكَ مَرَّتَيْنِ ، فَإِنْ تَوَلَّيْتَ فَإِنَّ عَلَيْكَ إِثْمَ الأَرِيسِيِّينَ وَ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَنْ لاَ نَعْبُدَ إِلاَّ اللَّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya kepada Hiraklius, kaisar Romawi. Kesejahteraan kiranya untuk orang-orang yang mengikuti petunjuk. Kemudian sesungguhnya saya mengajak anda memenuhi panggilan Islam. Masuklah Islam! Pasti anda selamat, dan Allah memberi pahala kepada anda dua kali lipat. Tetapi jika anda enggan niscaya anda akan memikul dosa seluruh rakyat. "Hai ahli kitab! Marilah kita bersatu dalam satu kalimat yang sama antara kita yaitu supaya kita tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, dan janganlah sebagian kita menjadikan sebagian yang lain menjadi tuhan selai Allah. Apabila engkau enggan menuruti ajakan ini, maka saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim."


Abu Sufyan berkata, "Ketika ia mengucapkan perkatannya dan membaca surat itu, ruangan menjadi heboh dan hiruk pikuk. Kami disuruh keluar. Maka aku berkata kepada kawan-kawan, 'Sungguh anak Abu Kabsyah telah membuat masalah besar, sehingga raja bangsa kulit kuning itu pun takut kepadanya.' Tapi aku yakin, Muhammad pasti menang, sehingga karenanya Allah memasukkan Islam ke dalam hatiku."

Ibnu Nathur, pembesar negeri Iliya, sahabat Hiraklius dan uskup Nasrani di Syam menceritakan, "Ketika Hiraklius datang ke Iliya, ternyata pikirannya sedang kacau. Oleh sebab itu banyak diantara pendeta yang berkata, 'Kami sangat heran melihat sikap anda.'" Selanjutnya Ibnu Nathur berkata, "Hiraklius adalah seorang ahli nujum yang selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendeta yang bertanya kepadanya pada suatu malam ketika Raja Khitan muncul. "Siapakah diantara umat ini yang dikhitan?" Jawab para pendeta, "Yang dikhitan hanyalah orang Yahudi. Tapi anda jangan risau dengan mereka. Perintahkan saja ke seluruh negeri dalam kerajaan anda supaya orang-orang yahudi di negeri itu dibunuh." Pada suatu ketika dihadapkan kepada Hiraklius seorang utusan raja Bani Ghassan untuk menceritakan perihal Rasulullah. Setelah selesai bercerta, Hiraklius memerintahkan agar dia diperiksa, apakah dia dikhitan atau tidak. Setelah diperiksa ternyata memang dia dikhitan lalu diberitahukannya kepada Hiraklius. Kemudian Hiraklius bertanya kepada orang itu tentang orang-orang Arab lainnya, "Apakah mereka dikhitan atau tidak?" jawabnya, "Orang-orang Arab semuanya dikhitan." Hiraklius berkata, "Inilah raja ummat, sesungguhnya dia telah lahir." Kemudian Hiraklius berkirim surat kepada seorang sahabatnya yang ilmunya setaraf dengannya. Kemudian Hiraklius menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad. Sementara itu, ia meneruskan perjalanannya ke negeri Hamas. Tetapi sebelum dia sampai di Hamas balasan surat dari sahabatnya telah tiba terlebih dahulu. Sahabatnya itu menyetujui pendapat Hiraklius bahwa Muhammad telah lahir dan beliau memang seorang Nabi.

Hiraklius mengundang para pembesar Romawi supaya datang ke tempatnya di Hamas. Setelah semuanya hadir, Hiraklius memerintahkan supaya mengunci setiap pintu. Kemudian ia berkata, "Wahai bangsa Romawi, maukah kamu semua mendapat kemenangan dan kemjuan yang gilang gemilang, sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau mau akuilah Muhammad adalah seorang Nabi." Mendengar ucapan itu mereka lari bagaikan keledai liar padahal semua pintu telah terkunci. Melihat keadaan demikian Hiraklius menjadi putus harapan untuk mengajak mereka beriman. Lalu ia memerintahkan supaya mereka kembali ke tempat mereka masing-masing seraya berkata, "Sesungguhnya aku mengucapkan perkataan ini hanya sekedar menguji keteguhan hati kalian semua. Kini aku melihat keteguhan itu." Lalu mereka sujud di hadapan hiraklius dan mereka senang kepadanya. Demikianlah akhir kisah Hiraklius.(Hadit ke-7 dari ahohih Bukhori)

Pelajaran yang bisa kita ambil:
  • ·         Rosulullah di utus untuk menegakkan tauhid, mengesakan Allah dan membersihkan kotoran syirik di muka bumi. Meninggalkan ajaran nenekmoyang yang bertentangan dengan syariat dan berbau syirik.
  • ·         Tanda tanda kenabian telah diketahui oleh ahli kitab, mereka tau persis tanda tanda kenabian Nabi Muhammad sholallhu alai wasalam.
  • ·         Kemenangan bagi kaum muslimin pasti datang bagi kaum muslimin sehingga raja herakliuspun meyakini bahwa kemenangan bagi kaum muslimin akan datang.
  • ·         Kemenangan adalah janji Allah untuk kaum muslimin, dan kemuliaan hanyalah ada pada islam
  • ·         Kekuasaan tidak akan bisa mengubah keadaan rakyatnya yang masih musyrik, dan ini adalh bantahan bagi suatu golongan yang ingin merubah pemerintahan dahulu dari pada memperbaiki ummat. Walaupun penguasa sudah muslim tapi bisa kita lihat kisah di atas setelah raja Heriklius mendakwahkan pada raknyatnya untuk masuk islam tetapi yang terjadi  mereka malah lari berhamburan.  
Khandar, 27 juni 2012, Jakarta

Kisah Umar bin Abdul Aziz dan putri kecilnya


يحكى ان ابنة عمر بن عبد العزيز - وكانت طفلة صغيرة - دخلت عليه تبكي ..وكان يوم عيد المسلمين فسألها: ما يبكيك؟ قالت كل الأطفال يرتدون ثيابا جديدة و أنا ابنة امير المؤمنين ارتدي ثوبا قديما !!!
..فتأثر عمر لبكائها وراح الى خازن بيت المال و قال له اتسمح لي ان اصرف راتبي عن الشهر القادم؟
فقال الخازن : ولمَ ؟!
فحكى له عمر بن عبد العزيز الموقف .
فقال الخازن : لا مانع يا امير الؤمنين لكن بشرط !!
فقال عمر


: وما الشرط ؟!
قال الخازن : ان تضمن لي ان تبقى حيا حتى الشهر القادم لتعمل بالأجر المصروف سابقا ..!
فتركه عمر وعاد إلى بيته فسأله أبناؤه ما فعلت يا أبانا ؟!
فقال : أتصبرون وندخل جميعا الجنة . . أم لاتصبرون ويدخل أباكم النار؟
فقالوا : نصبر يا أبانا.....

Telah diceritakan bahwa anak perempuan Umar bin Abdul Aziz yang masih kecil masuk rumah dan menangis,, dan ketika itu hari 'ied kaum muslimin maka Umar bertanya kepadanya: "Apa yang membuatmu menangis...????????

Berkata anak perempuan Umar tersebut: "semua anak anak memakai pakaian baru, sedangkan aku anak amirul mukminin memakai pakaian lama !!!!!
maka Umar ingin membuat anaknya diam dai tangisanya dan pergi ke bendahara baitul mal dan berkata kepadanya: "bolahkah aku mengambil gajiku bulan depan...?????
dan berkata bendahara tersebut: untuk apa????
maka Umar menceritakan kepadanya tentang masalahnya
dan berkata bendahara tersebut: "Tidak mengapa wahai Amirul mikminin akan tetapi dengan syarat
berkata Umar: apa syaratnya?
berkata bendahara: bisakah engkau menjamin kepadaku bahwa ekau akan hidup sampai bulan depan untuk bekerja terhadap gaimu yang telah engkau ambil??
maka Umar meninggalkan dan kembali kerumahnya dan ditanya oleh anak anaknya apa yang engkau lakukan wahai ayah kami??
berkata Umar: kalian memilih bersabar dan kita memasuki surga bersama sama ... atau kalian tidak bersabar dan ayahkalian akan masuk neraka.......................???
mereka berkata kami bersabar wahai ayah kami


Khandar, 27 september 2012, jakarta

Semutpun Mengharamkan Dusta

Written By Unknown on Sabtu, 29 September 2012 | 18.47

   

قصة النملة العجيبة وتعليق شيخ الإسلام عليها.

ولقد حدثني: أن نملة خرجت من بيتها فصادفت شقّ جرادة فحاولت أن تحمله فلم تطق، فذهبت وجاءت معها بأعوان يحملنه معها، قال: فرفعتُ ذلك من الأرض، فطافت في مكانه فلم تجده فانصرفوا وتركوه
ا. قال: فوضعتهُ، فعادت تحاول حمله فلم تقدر فذهبت وجاءت بهم، فرفعتهُ، فطافت فلم تجده فانصرفوا، قال: فعلت ذلك مرارًا، فلما كان في المرة الأُخرى استدار النمل حلقة ووضعوها في وسطها وقطّعوها عضوًا عضوًا.
قال شيخُنا شيخ الإسلام ابن تيمية وقد حكيتُ له هذه الحكاية، فقال: (هذه النمل فطرها الله -سبحانه- على قبح الكذب وعقوبة الكذاب).

#Kisah seekor semut yang menajubkan dengan syeikhul islam#
.......
telah diceritakan kepadaku: Bahwa ada seekor semut yang keluar dari sarangnya dan dia mendapatkan potongan belalang maka dia mencoba untuk membawanya dan tidak bisa, kemudain semut itu pergi dan datang kembali dengan membawa teman temanya, berkata orang tersebut: maka aku angkat belalang itu dari tanah, dan mereka mencari belalang menglilingi tempat tersebut dan tidak mendapatkanya kemudian mereka pergi meninggalkan semut tadi,, berkata orang terebut: maka aku menaruhnya kembali, kemudian semut itu kembali mencoba membawanya dan tidak kuat, maka semut itu pergi kemudian datang kembali dengan membawa teman teman yang tadi, maka aku angkat kembali belalang itu meraka kembali mencarinya dan tidak menemukanya maka mereka kembali.

berkata orang tersebut: aku melakukan demikian itu berulang kali, maka ketika terakhir kalinya semut semut itu membuat lingkaran dan menaruh semut itu di tengeh tengan dan mereka memotong semut tersebut menjadi beberapa bagian

Berkata syekhul islam Ibnu taumiyah maka aku membuat cerita dari cerita ini dan beliau berkata (Semut semut ini telah Allah -suhanahu wata ala- sucikan atas buruknya berbohong dan hukuman sbagi semut yang berbohong).i
  شفاء العليل في مسائل القضاء والقدر والحكمة والتعليل

khandar, 26 september 2012, jakarta
 
Support : Creating Website | |
Copyright © 2011. gunung sempu - All Rights Reserved
Template Created by Published by Khandar
Proudly powered by Blogger